Hai bro/sist. kali ini perpustakaan lagi yang kita
bahas. Perpustakaan sejarahnya bagaimana ya.. kalau mau tau baca yah hehe.. semoga semakin bertambah gudang ilmu kita semunya.
Pada masa kejayaan Islam, perpustakaan benar-benar tampil sebagai pusat kajian ilmu dengan segala disiplin ilmu di dalamnya. Pada masa kekhalifahan Abbasyiyah perpustakaan tersebar di beberapa kawasan timur tengah seperti Sharaz, Mosul, Basrah, Kairo, Kordova, Fez, Tunis, dan Maroko. Demikian pula pada era setelahnya, yakni pada masa kemaharajaan Seljuk, perdana menteri Nidzamul Muluk mendirikan perpustakaan untuk madrasah Nidzamiyah yang memuat tidak kurang dari 6000 judul buku dalam semua disiplin ilmu, baik agama maupun umum (profan).
Ahmad Syalabi mengatakan, bahwa tersebarnya Islam dengan cepat keseluruh penjuru dunia, tidak lepas dari peran ilmu pengetahuan yang pada saat itu berpusat di perpustakaan. Para Khalifah dan Sultan akan membangun perpustakaan sebagai preoritas ketimbang bangunan lainnya. Dengan demikian muncullah perpustakaan-perpustakaan yang diakui dunia sebagai perpustakaan terbesar yang pernah ada saat itu, seperti perpustakaan Bait al-Hikmah, Bait al-Ilm, Dar al-Hikmah, Dar al-Ilm dan sebagainya.
Keberadaan perpustakaan terus dibutuhkan hingga dewasa ini. Beberapa pusat pendidikan di negara-negara maju seperti Amerika dan Australia, demikian pula dunia Arab, terus mengembangkan perpustakaannya seiring perkembangan ilmu pengetahuan. Demikian pula halnya dengan Indonesia yang mencoba mengejar ketinggalannya dari negara-negara lain.
Dalam konteks pendidikan di Indonesia, kesadaran terhadap inportensi perpustakaan dalam sistem pendidikan juga telah dimiliki para pengelola pendidikan. Namun demikian pengadaan, pengelolaan, dan perawatan serta kesinambungan bahan pustaka sering menjadi masalah yang serius dalam kebanyakan lembaga pendidikan, terutama lembaga pendidikan dasar dan menengah, dan terutama lagi lembaga pendidikan yang berlokasi di daerah pedalaman dan jauh dari jaringan informasi dan komunikasi.



